Showing posts with label kimia XIIB. Show all posts
Showing posts with label kimia XIIB. Show all posts

Wednesday, February 13, 2013

Reaksi Penetralan Asam Basa



A. REAKSI PENETRALAN ASAM KUAT DAN BASA KUAT

Jika larutan asam dan basa direaksikan, maka dihasilkan garam dan air. Persamaan reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut :
Asam + Basa → Garam + Air
Jika HCl dicampurkan dengan NaOH, maka ion H+ dari HCl akan bereaksi dengan ion OH– dari NaOH membentuk air (H2O). Reaksi ini disebut reaksi penetralan. Sementara, Cl– dari HCl akan bereaksi dengan ion Na+ dari NaCl membentuk garam NaCl.
HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H2O(l)
Di dalam larutannya, HCl dan NaOH akan terurai menjadi ion-ionnya, sehingga reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.
H+(aq) + Cl–(aq) + Na+(aq) + OH–(aq) → Na+(aq) + Cl–(aq) + H2O(aq)
Dari reaksi di atas dapat disederhanakan menjadi reaksi ion bersih adalah
H+(aq) + OH–(aq) → H2O(aq)

B. REAKSI PENETRALAN ASAM LEMAH DAN BASA KUAT

Jika asam lemah CH3COOH dicampurkan dengan basa kuat NaOH, maka akan dihasilkan garam CH3COONa yang bersifat basa. Reaksi yang terjadi adalah
CH3COOH(aq) + NaOH(aq) → CH3COONa(aq) + H2O(l)
Larutan CH3COOH merupakan asam lemah sehingga akan mengion sebagian, sedangkan NaOH akan mengion sempurna. Reaksi ionnya dapat dituliskan sebagai berikut.
CH3COOH(aq)+Na+(aq)+OH–(aq) → CH3COO–(aq) + Na+ (aq) + H2O(l)
Sehingga reaksi ion bersihnya dapat dituliskan sebagai berikut.
CH3COOH(aq) + OH– (aq) → CH3COO–(aq) + H2O(l)

C. REAKSI PENETRALAN BASA LEMAH DAN ASAM KUAT

Jika basa lemah NH4OH (NH3 + H2O) dicampurkan dengan asam kuat HCl, maka akan dihasilkan garam NH4Cl yang bersifat asam. Reaksi yang terjadi adalah
NH4OH(aq) + HCl(aq) → NH4Cl(aq) + H2O(l)
Larutan NH4OH akan terurai sebagian, sedangkan HCl akan terurai sempurna. Persamaan reaksi ion yang terjadi adalah
NH4OH(aq) + H+(aq) + Cl–(aq) → NH4 +(aq) + Cl–(aq) + H2O(l)
Sehingga reaksi ion bersihnya dapat dituliskan sebagai berikut.
NH4OH(aq) + H+(aq) → NH4+(aq) + H2O(l)

D. REAKSI PENETRALAN ASAM LEMAH DAN BASA LEMAH

Jika asam lemah CH3COOH dicampurkan dengan basa lemah NH4OH, maka akan terbentuk garam NH4CH3COO dan air. Reaksi yang terjadi adalah
CH3COOH(aq) + NH4OH(aq) → NH4CH3COO(aq) + H2O(l)

Sunday, January 20, 2013

KIMIA KARBON I " senyawa hidrokarbon "


senyawa hidrokarbon yaitu senyawa yang hanya mengandung atom C dan H saja.

Karbon sebagai unsur pokok memiliki keistimewaan sbb :
1. Dengan  ev = 4  membentuk 4 ikatan kovalen
     |
                     ― C ―
                          |
2. Dapat membentuk rantai karbon , yaitu ikatan antara atom karbon yang satu dengan atom karbon yang lain.    
•         C3H8   :       
                H     H    H
                 |      |      |
         H ―C ―C―C―H  à  H3C-CH2-CH3
                 |      |      |
                H     H     H

Perhatikan Istilah Berikut :
1.     Rantai karbon yang terbuka disebut :    Rantai alifatik
2.     Rantai karbon yang tertutup disebut :    Rantai alisiklik
3.     Rantai karbon yang hanya dihubungkan oleh ikatan tunggal disebut rantai jenuh
4.     Rantai karbon yang hanya dihubungkan oleh ikatan rangkap baik rangkap 2 atau rangkap 3 disebut rantai tak jenuh
5.     Rantai karbon alisiklik yang memiliki ikatan konyugasi yaitu ikatan tunggal dan rangkap selang seling disebut  Rantai karbon aromatik.
Contoh :
•         H3C―CH2―CH2―CH3        à   Senyawa hidrokarbon alifatik jenuh
•         H3C ―CH―CH- OH             à   Senyawa karbon alifatik jenuh
                 |                                        bercabang.
                CH3
•         H3C―CH  =  CH―CH3         à   Senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh
                           
Ada 4 jenis atom C :
1.     Atom C primer     : bila menggunakan 1 valensi untuk mengikat atom C  yang Lain.
2.     Atom C secunder : menggunakan 2 valensi
3.     Atom C Tersier    : menggunakan 3 valensi
4.     Atom C kwarterner : menggunakan seluruH valensi untuk mengikat atom C yang lain.

SENYAWA HIDROKARBON ada 3 macam :
1. Alkana : hidrokarbon alifatik jenuh  / ikatan rangkap 1 (CnH2n+2 )
2. Alkena : hidrokarbon alifatik tak jenuh / ikatan rangkap 2 ( CnH2n )
3. Alkuna : hidrokarbon alifatik tak jenuh / ikatan rangkap 3 ( CnH2n-2 )

Penamaan senyawa hidrokarbon
Jumlah C
ALKANA
ALKENA
ALKUNA
ALKIL / Cabang
1
Metana
Metena
Metuna
Metal
2
Etana
Etena
Etuna
Etil
3
Propane
Propena
Propuna
Propel
4
Butane
Butena
Butuna
Butyl
5
Pentane
Pentena
Pentuna
Pentil
6
Heksana
Heksena
Heksuna
Heksil
7
Heptana
Heptena
Heptuna
Heptil
8
Oktana
Oktena
Oktuna
Oktil
9
Nonana
Nonena
Nonuna
Nonil
10
Dekana
dekena
dekuna
Dekil
         

Monday, January 7, 2013

KIMIA UNSUR "gugus fungsi"


Gugus fungsi bagian paling reaktif dari suatu senyawa karbon.
gugus fungsi menyebabkan perbedaan sifat yang khas pada senyawa karbon, sesuai dengan berbedanya gugus fungsi yang terdapat dalam suatu senyawa tersebut. Perbedaan ini disebabkan oleh gugus fungsi yang diikat berbeda.
Gugus fungsi bisa berupa ikatan karbon tunggal / rangkap 1, rangkap dua, rangkap tiga, dan atom/ gugus atom. Meskipun senyawa-senyawa karbon mempunyai unsure dasar sama yaitu
 karbon.

berikut ini adalah macam-macam gugus fungsi yang di kenal



1. ALKOHOL : merupakan kelompok senyawa karbon yang memiliki gugus fungsi hidroksil (-OH) dengan rumus umum R-OH atau CnH2n+1OH. Senyawa ini mempunyai nama IUPAC alkanol karena dianggap sebagai urutan alkana dengan mensubstitusi satu atom H dengan gugus –OH. Untuk penamaan -na dirubah menjadi -nol.
R - OH

2. ETER : Atau dapat disebut alkoksi alkana berdasarkan aturan IUPAC, yang dianggap sebagai turunan alkana, mempunyai rumus umum R-O-R’ atau CnH2n+2O. Bila R=R’ disebut eter sederhana, sedangkan bila R bukan R’ disebut eter majemuk. R dan R' merupakan alkil. 
R - O - R'

3. ALDEHIDA : senyawa karbonil (-C=O). Aldehid merupakan singkatan dari alkohol dehidrogenatus. Senyawa ini dianggap turunan dari alkana sehingga disebut alkanal dan mempunyai rumus umum CnH2nO. Aldehid dapat diperoleh dengan jalan oksidasi alkohol primer. untuk tatanama yaitu akhiran -na ditambahkan -l menjadi -nal.


4. KETON : termasuk senyawa karbonil (-C=O). Senyawa ini dianggap turunan dari alkana sehingga disebut alkanal dan mempunyai rumus umum CnH2nO. Seperti halnya eter, R yang sama dengan R’ disebut katon sederhana, sedangkan R yang tidak sama dengan R’ disebut keton majemuk. R dan R' merupakan alkil.

5. ASAM KARBOKSILAT : ( Alkanoat ) memiliki rumus umum CnH2nO2 atau R-COOH. Gugus karboksilat (-COOH) merupakan gabungan dari gugus karbonil dan hidroksil. Senyawa ini dianggap turunan alkana dan diberi nama asam alkanoat atau dengan nama yang lebih lama, asam alkana karboksilat.

6. ESTER : memiliki rumus umum CnH2nO2 atau R-COO-R’. Nama IUPAC dari ester adalah alkyl alkanoat. Kebanyakan senyawa ester berbau harum, karena itu banyak digunakan sebagai pengharum (esens). Ester dibuat dari asam dan alkohol melalui reaksi esterifikasi yang berupa reaksi setimbang.


7. ALKILAMINA : suatu senyawa karbon yang berikatan dengan gugus -NH2.
R – NH2

8. HALOALKANA : suatu senyawa karbon atau alkil yang berikatan dengan salah satu unsur halogen.
R - X
x = unsur-unsur halogen atau VIIA ( F, Cl, Br, I, At)